Skip to main content

Apa yang kita cari dalam hidup ini?

Salah satu dialog penuh pencerahan dengan seorang bapak yang tampak biasa saja namun bagaikan sosok “guru spiritual” yang luar biasa bagi saya: 

“Hey Kamu, apa tujuan mu kesini?”

“untuk mencari KEBENARAN, pak!” 

“Jangan cari kebenaran, karena tidak ada yang namanya kebenaran. Yang ada hanyalah PEMBENARAN. Masing-masing orang memiliki versi kebenaran masing-masing sesuai sudut pandang masing-masing. Kebenaran ku, belum tentu kebenaran mu, begitu juga sebaliknya. Jika kamu mencari kebenaran, kamu akan KEBINGUNGAN karena SEMUA ada BENAR nya. Kamu tidak akan dapat menjadi orang benar, karena benar-salah sifatnya relatif.”

“Kalau begitu saya akan mencari KEBAIKAN!” 

“Jangan cari kebaikan. Karena definisi kebaikan adalah ‘apa yang orang sukai’. Jika ada hal-hal yang orang lain sukai dari kamu, maka kamu adalah orang baik, kamu adalah pahlawan. Jika ada hal-hal yang orang lain tidak sukai dari kamu, maka kamu adalah musuh dan penjahat. Kamu tidak akan dapat menjadi orang baik, karena baik-buruk sifatnya relatif.” 

“Jika kebenaran dan kebaikan itu relatif, lalu apa yang sebenarnya harus saya cari dalam hidup ini?” 

“Carilah dirimu yang sesungguhnya. Kebenaran dan kebaikan mu sendiri. Semua letaknya didalam hati nurani, bukan dari pengajaran orang lain, bukan dari doktrin atau dogma, bukan pula dari gulungan kitab yang saling menyalahkan satu sama lain. Hidup adalah eksplorasi diri. Jelajahi dirimu. Carilah apa yang benar MENURUT KAMU. Jika salah, luruskan jalan mu. SEMUA HAL adalah relatif. Oleh karena itu, hiduplah sebagaimana KAMU memilihnya, bukan sebagai apa yang orang lain pilihkan untuk kamu.

”Semenjak itu, saya tidak pernah bertemu dengan bapak itu lagi. Namun perkataan nya selalu saya ingat dan simpan di hati. Dialog yang merubah hidup saya. Dialog yang mengangkat jiwa dan pola pikir saya.

Comments

Popular posts from this blog

Tata Krama ( Sopan Santun ) Dalam Kehidupan

Sopan santun dalam bahasa tata krama sekarang sudah menjadi hal yang langka, tergerus dalam era moderenisasi ditambah faktor lingkungan tentunya,dibutuhkan peran serta orang tua saja juga mungkin kurang cukup terhadap pergaulan anak,sehingga terkesan anak yang masih bestatus pelajar tidak mencerminkan sikap seorang pelajar,sayangnya hal ini terjadi,seharusnya seorang pelajar lebih bisa menghormati dan menjalankan etika-etika budi pekerti yang telah didapatkan di bangku sekolah. Tapi memang kenyataan sekarang sudah jauh berbeda,faktor lingkungan menjadi penyebab tata krama dilupakan disisihkan dan hanya dilakukkan oleh beberapa remaja saja,di pedesaan tata krama ini masih dijunjung tinggi,karena budaya di daerah tersebut tata krama menjadi patokan dan memang disana menjadi santapan sehari-hari dalam berkomunikasi baik dengan sesama maupun dengan orang yang lebih tua. Disini sedikit akan dipaparkan, seputar pengetahuan umum tentang tata krama dan arti pengaplikasian sebenarnya, se...

SMK Kesehatan Widya Husada ( SMKKWH )

Logo SMK Kesehatan Widya Husada Kota Serang Banten Ekspeditor Pramuka SMK Kesehatan Widya Husada

Mitos Prabu Pucuk Umum ( Raja Baduy )

Berkaitan dengan kekalahan Prabu Pucuk Umun oleh Maulana Hasanudin terdapat sebuah mitos yang diceritakan secara lisan dari satu generasi ke generasi lain. Cerita itu oleh masyarakat Lebak dikenal dengan nama tubuy yang merupakan cerita pantun yang dituturkan secara lisan. Isi cerita ini mengacu kepada nama tempat yang sangat dikeramatkan di Banten Selatan dan dipergunakan untuk memperingati peristiwa kekalahan Prabu Pucuk Umun oleh Maulana Hasanudin. Menurut cerita ini, Prabu Pucuk Umun merupakan wakil Raja Sunda untuk daerah Banten dan leluhur para puun suku Baduy. Dikisahkan dalam cerita tubuy, Maulana Hasanudin merupakan putra sulung Sunan Gunung Jati yang datang ke Banten untuk mengislamkan wilayah barat Kerajaan Sunda. Dalam melaksanakan tugasnya itu, Maulana Hasanudin disertai oleh dua orang pembantunya yang bernama Agus Jo dan Mas Lei. Upaya mengislamkan Prabu Pucuk Umun tidak dapat dilakukan oleh Maulana Hasanudin secara langsung melainkan harus melalui pertarungan di ant...